Cerita Pengalaman Perjalanan Pertama ke India

 

Aku dan India

Setiap kali mendengar kata India, aku merasakan suatu hal yang berbeda. Bagiku India bukan hanya sebuah negara, tetapi suatu hal yang sangat aku gemari. Sejak usia remaja, aku mulai menggemari banyak hal tentang India. dan pada saat itu pula aku mulai mencari tau banyak hal tentang India mulai dari budaya, sejarah, kuliner, masyarakat, tradisi dan banyak hal lain. Terlebih pada masa kuliah, India menjadi salah satu subjek di beberapa mata kuliah. Karna itu, aku lebih semangat menggali hal-hal tentang India terutama sejarahnya. Kegemaranku tentang India kian bertambah ketika aku sering mendalami pengetahuanku tentang India melalui studi pustaka atau membaca baik itu buku, artikel, ataupun jurnal.

Sejak usia remaja, aku mulai mencari teman online dari India. Berkomunikasi dan berbagi cerita kehidupan disana adalah hal sangat aku sukai. Berbeda dari kebanyakan orang yang menggemari India dari dunia hiburannya, aku lebih menggemari India soal budaya, tradisi, dan sejarahnya. Sebagai anak sejarah, aku bersyukur bisa punya ketertarikan soal India. Pasalnya, ketika kita berbicara tentang sejarah, kita akan lebih mengembangkan pengetahuan yang lebih luas lagi.

Tak jarang, beberapa tugas dari perkuliahan dulu yang bersubjek India aku kerjakan dengan sepenuh hati. Melakukan penelitian, dan menggali informasi lebih dalam mengenai hal-hal tentang India, membuatku tau banyak hal tentang India. di masa kuliah,  aku dan beberapa temanku yang juga penggemar India membuat sebuah komunitas yang bernama “Indian Lovers Community”. Kami dirikan komunitas itu pada 13 Januari 2022 saat itu komunitas tersebut masih berjumlah 5 orang. Dan pada hari ini Indian Lovers Community  menjadi wadah atau tempat berkumpulnya orang-orang yang menggemari India dengan tagline “The Home of Indian Knowledge”.

Aku memang suka berinteraksi dengan orang-orang. Sebab itulah saat masa kuliah aku punya banyak teman dari berbagai daerah di India. Aku juga sempat mengikuti kegiatan “Incridible Indian education Fair 2020” di Medan yang membuatku punya banyak teman dari India. Banyak hal menarik tentang India yang aku dapatkan dari berkomunikasi dengan teman-teman online Indiaku.  Jelas saja, tak usah diragukan lagi, India memang menjadi salah satu tempat tujuan dalam hidupku. Dan aku selalu bermimpi untuk bisa pergi kesana.

Tanpa disangka-sangka, atau memang sudah jalanya akhirnya aku bisa pergi ke India.  dipertemukan dengan Pria india yang ternyata saat ini menjadi pendamping hidupku adalah hal yang hampir tak bisa aku percaya. Menikah dengan orang India menjadi takdir hidupku. Sebelumnya aku juga sering berkhayal untuk bisa berlibur ke India, mengunjungi teman, dan menjelajahi India. Tapi pada saat itu hal tersebut masih menjadi sebuah mimpi. Aku juga sempat mendaftar beasiswa ICCR dari kedutaan India tapi belum berhasil. Akhirnya, tadkir mempertemukanku dengan pria India dan menjadi langkah tadkir bagiku untuk bisa pergi ke India.

 

Mengudara dari Medan ke Kochi

Tanggal 27 Juli 2023, tepat di jam 17.25 WIB untuk pertama kalinya aku pergi ke India bersama dengan suami dan keluargaku yakni Abah, Mamak, dan Adikku. Perasaan campur aduk yang tidak bisa aku jelaskan membuat aku tidak bisa mengontrol emosiku. Aku senang, terharu dan sangat gembira saat itu. Kami memulai perjalanan dari Kualanamu International Airport Medan menuju Cochin International Airport, Kerala India dengan satu kali transit di negara Malaysia. Pesawat kamipun mulai bertolak ke Malaysia dengan jarak tempuh 1 jam.

Pengalaman transit di negara Malaysia menjadi cerita unik bagi kami. Saat itu, pihak bandara tidak memperbolehkan kami untuk membawa air mium kemasan ke dalam pesawat, kalau makanan diperbolehkan. Akhirnya saat di Kuala Lumpur International Airport Malaysia,  kami bingung untuk mencari air minum. Memang ada banyak dispenser air yang tersedia disana, tetapi memang kami belum beruntung karna persediaan gelasnya sudah habis di semua dispenser yang tersedia. Tidak ada Money Changer di dalam area transit, yang membuat kami tidak bisa menukar uang untuk membeli minuman. Akhirnya ada seseorang yang baik hati memberikan satu botol minum kemasan kepada kami. Alhamdulillah, akhirnya kami bisa minum dan berbagi satu botol untuk aku, suami dan keluarga.

Rute perjalanan kami adalah rute tercepat yakni dengan total perjalanan dari Medan menuju Kochi dengan 1 kali transit di Kuala Lumpur memakan waktu 9 jam. Ada juga rute perjalanan lainnya bisa transit di Bangkok, Malaysia, dan Singapura dengan perjalanan yang lebih lama. Setelah menunggu selama 3 jam transit di Kuala Lumpur, kami bertolak pergi ke kota Kochi, Kerala dengan menempuh jarak sekitar 4 jam mengudara.

  

Tepat pukul 23.55 waktu setempat, kami akhirnya sampai di Cochin International Airport Kerala. Aku merasa sangat terharu untuk pertama kalinya aku menginjakkan kaki di India. Btw, Kerala merupakan salah satu State atau Provinsi yang terletak di India selatan. Kami  pun bergegas untuk menyiapkan administrasi di imigrasi yang memakan waktu cukup lama sekitar 2 jam. Ada banyak orang yang datang dari luar negri ke Kochi pada saat itu. Kami bertemu dengan orang Malaysia, Arab, dan Indonesia. Masing-masing dari mereka punya tujuan yang berbeda datang ke kota Kochi.

 

Cerita kehilangan Koper

Setelah menyiapkan administrasi, kami menuju tempat pengambilan bagasi. Karna saat itu aku dan suami membawa bagasi 20 kg. kami menunggu untuk waktu yang cukup lama di pengambilan bagasi. Lemas, bekeringat, dan jantung derdegup kencang saat kami tidak bisa menemukan tas koper kami. kemudian kami mengajukan laporan kehilangan koper kepada pihak maskapai.

Setelah mencari dan meunggu konfirmasi 1 jam lamanya, akhirnya kami mendapatkan kabar bahwa tas koper kami salah tujuan dan sedang berada di kota Kolkata, sebuah kota yang berada di India bagian Utara. Aku terdiam, dan merasa sangat marah pada saat itu. Bukan kepada siapa-siapa tapi pada diriku sendiri yang ceroboh karena meletakkan dokumen pernikahan kami disana. Setelah ditenangkan oleh suamiku, kami mengisi formulir untuk mendapatkan tas koper kami kembali. Dan pihak maskapai berjanji akan memastikan tas koper kami aman dan akan segera kami terima dalam waktu 4 hari.

 

Perjalanan ke Stasiun Ernakulam dan Cerita Unik Street Food India

Setelah kejadian itu aku merasa sangat lemas, saat kami keluar dari airport, seseorang sudah menunggu disana. Dia adalah teman dari suamiku yang khusus datang untuk membantu kami. Dengan keadaan yang hectic tadi, kiranya segelas chai bisa meringankan kekhawatiranku. Setelah menikmati chai pertamaku di India, kami bergegas melanjutkan perjalanan menuju Kuthuparamba yang terletak di Distrik Kannur. Dari kota Kochi kami akan melanjutkan perjalanan ke Kannur dengan naik kereta api. Tepat pukul 02.45 dini hari waktu setempat kamipun pergi dari Cochin International Airport menuju stasiun Ernakulam.



Ditengah perjalanan menuju stasiun Ernakulam, kami mencari tempat makan karena lapar belum makan selama 9 jam. Sedikit sulit untuk mencari warung makan yang masih sedia menu banyak di jam-jam tengah malam dan kami hampir mengelilingi kota Kochi.  Dengan bantuan driver uber yang sangat  ramah akhirnya kami berhasil mendapatkan warung makan pinggir jalan. Dan ini adalah my first Indian Street Food.

Ada  berbagai jenis menu yang ada di warung tersebut seperti Porota, chapatti, kari dan lainnya. Tapi kare kita orang Indonesia yang kalau makan harus nasi, jadi aku dan keluarga memesan nasi biryani ayam dan sapi.  Sedangkan suamiku memesan Porotta/ paratha beef karena sudah sangat rindu dengan makanan favoritnya itu. Pengalaman pertama kami menikmati makanan India warung pinggir jalan sangat unik. Kami makan duduk di kursi tanpa meja, seperti makan di hajatan pesta-pesta di Indonesia. Makanannya terasa begitu lezat karna kami yang sangat lapar dan untuk suasana di warung pinggir jalannya tertata rapih dan tidak semrawut street food yang kebanyakan berseliweran di media sosial.

Suasana di Stasiun Ernakulam

Setelah perut kami terisi dengan nasi biryani, kami melanjutkan perjalanan menuju stasiun Ernakulam. Sesampainya di stasiun pada pukul 03.30 waktu setempat, kami pun memesan tiket kereta api. Sangat disayangkan, tiket kereta api fast train sudah habis terjual dan kamipun harus pergi dengan kereta api kelas ekonomi.  Kereta kami dijadwalkan berangkat pukul 06.00 pagi dan kami harus menunggu 3 jam setengah di stasiun. Pemandangan menarik saat di stasiun Ernakulam yang merupakan stasiun utama. Ada banyak orang yang menunggu kedatangan kereta api. Ada yang sedang duduk, menikmati makanan dan minuman, dan banyak juga diantara mereka yang tidur di kursi maupun di sudut teras stasiun.

Kamipun mendapatkan pemandangan menarik lainnya dan sesaat hatiku tersenyum. Di stasiun Ernakulam, terdapat satu ruangan khusus untuk wanita yang dipergunakan untuk istirahat. Lanjut, aku dan mamaku pergi ke toilet umum di stasiun, suasana yang sangat nyaman, bersih, dan wangi menjadi satu hal yang agak mengejutkan bagiku karna aku tidak menemukan suasana riweh India yang ada di media sosial. dan memang, suasana dan gaya hidup di India Selatan berbeda dengan India Utara. disini masyarakpat hidup dengan  kemajuan zaman terlebih State Kerala yang menjadi salah satu State termaju di India. Setelah kami berbersih, aku diajak suami untuk mengelilingi dan melihat suasana di stasiun. Lanjut aku membeli beberapa cemilan di stasiun untuk dimakan selama perjalanan di kereta api.

 

Cerita Menarik Perjalanan di Kereta Api India

Setelah menunggu 3 jam setengah, kamipun akhirnya bergegas menuju gerbong kereta api. Sangat unik, kereta api kelas ekonomi yang kami naiki sama persis seperti kereta api yang ada di film-film India khususnya film kuch-kuch Hota Hai cerita antara Rahul dan Anjali. Bingung, saat kami mau melaksanakan sholat shubuh, akhirnya kami sholat di dalam kereta api saja. Karena tidak ada musholah di stasiun dan jarak ke masjid juga lumayan jauh sekitar 2 km. kereta api kamipun berangkat pukul 06.00 pagi dari Ernakulam menuju Thalaserry Station dengan menempuh jarak 247km atau sekitar 5 jam.


Saat di kereta api, banyak mata yang tertuju pada kami. Ya, karena wajah dan penampilan kami yang berbeda dari mereka. Beberapa diantara mereka tersenyum dan mengajak kami berbicara. Di kereta api, kami juga menikmati snack yang aku beli di stasiun Ernakulam tadi. Perjalanan 5 jam di kereta api, membuat badan merasa pegal. Sesekali saat berhenti di beberapa stasiun, kami merenggangkan badan, berjalan keluar ataupun membeli samosa dan gorengan. Ohya, di dalam kereta api juga ada banyak pedagang yang berjualan seperti chai, kopi susu, gorengan, dan souvernir.

Satu kejadian lucu saat aku ingin pergi ke toilet tetapi merasa tidak nyaman menggunakan toilet yang ada di dalam kereta api. Alhasil, saat pemberhentian di stasiun selanjutnya, aku dan suami mencari toilte di stasiun. Saat itu suamiku berpesan agar tidak berlama-lama di dalam toilet karna bisa saja kereta api langsung berjalan. Seketika suamiku mendengar bunyi khas dari kereta api dan memintaku bergegas. Kamipun berlari dari toilet dan bergegas naik ke gerbong kereta terdekat. Dan ternyata itu bukan bunyi suara dari kereta api kami, melainkan kereta api lain dengan tujuan berbeda. Kami berdua pun tertawa dan berjalan didalam kereta api dari satu gerbong ke gerbong lain sampai kami menemukan gerbong dan kursi kami.

Sepanjang perjalanan di dalam kereta api, beberapa kali aku mengambil moment dan mengambil vidio perjalanan. Suasana yang dilewati selama perjalanan di kereta api sangat menarik. Kami melewati pemukiman, pinggir laut, hamparah sawah, hamparan bukit, sungai, dan hutan pohon karet. Suasana menyenangkan itu membuat aku merasakan kalau India menyambutku dengan sangat baik. Setelah melewati banyak stasiun dan menempuh perjalanan selama 5 jam, tepat pukul 11.00  akhirnya kereta api kami tida di Thalaserry Station. Disana sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan kami. Saat turun dan kereta api, seorang anak perempuan kecil menghampiriku dengan membawa 1 buket bunga. Saat aku melihat ke sekitar, ternyata dia adalah sepupu suamiku. Tak lama kemudian kakak ipar dan sepupu iparku datang dan menyambut kami dengan bahagia.


Selanjutnya kami bergegas pergi ke rumah paman suamiku yang ada di Thalaserry, dekat dengan Kuthuparamba yang tidak lain adalah tempat tinggal suamiku . Tidak butuh waktu yang lama hanya sekitar 7 menit saja kami sudah sampai dirumah dan disambut hangat oleh keluarga. Kamipun kemudian membersihkan badan dan menyantap hidangan spesial yang telah dibuat oleh keluarga yaitu Nasi Mandhi Ayam. Dan itulah cerita perjalanan panjang aku dan keluarga ke India yang menarik dan unik. Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil misalnya jangan ceroboh untuk hal-hal kecil karena bisa saja suatu hal terjadi seperti kejadian koperku yang hilang. Terimakasih untuk teman-teman yang sudah mau membaca ceritaku, kira-kira bahas apa lagi ya tentang India? silahkan komen dibawah.

 

Penulis,

Ning Arrumdani

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

4 HAL YANG HARUS KAMU PERSIAPKAN SEBELUM KE INDIA