SUASANA RAMADAN DI JAMA MASJID DELHI


ISLAM DI NEW DELHI

India merupakan negara dengan jumlah muslim terbesar ke tiga di dunia. Menurut sensus tahun 2022 jumlah populasi Muslim di India yaitu sekitar 213 juta jiwa atau sekitar 15% dari total jumlah keseluruhan penduduk India. di ibukotanya sendiri yakni Delhi, populasi Muslim mencapai 21 juta jiwa dengan persentasi 12.8% dari total keseluruhan penduduk  Delhi. Jumlah yang tidak sedikit itu menjadi bukti dari perkembangan Islam di New Delhi.

Gateway Jama Masjid

Dalam sejarah perkembangannya, Islam masuk ke Delhi pada abad ke 11 Masehi yakni pada masa pemerintahan Dinasti Ghurid dari Afghanistan. Salah satu bentuk peninggaalan yang terkenal yakni Qutb Minar yang merupakan komplek masjid dan menara peninggalan Qutb-un Aibak, seorang penyebar agama Islam di Delhi. Kemudian Islam berkembang lagi pada masa pemerintahan Dinasti Mamluk pada abad 11-13 Masehi. Kemudian, pada masa awal kejayaan Islam di Delhi yakni pada abad 13-15 Masehi muncul sebuah Kesultanan besar yang dikenal dengan Kesultanan Delhi dengan berbagai macam Dinasti seperti, Dinasti Khalji, Dinasti Thuglagh, Dinasti Sayyid, dan Dinasti Lodi. Pada masa Kesultanan Delhi, kota  Delhi menjadi salah satu ibukota Kesultanan tepatnya pada tahun 1206-1327.

Selanjutnya, pada masa kejayaan Islam di Delhi, tumbuhlah sebuah Dinasti Islam terbesar di India yang dikenal dengan Dinasti Mughal atau Kesultanan Mughal yang memerintah sejak 1526-1857 Masehi.  Delhi juga memainkan perannya selama 10 tahun  sebagai salah satu Ibukota dari Kesultanan Mughal sejak 1530-1540. Salah satu bentuk peninggalan Kesultanan Mughal yakni Jama Masjid yang terletak di kota Delhi ini.

JAMA MASJID NEW DELHI

Jama Masjid, merupakan salah satu peninggalan Kesultanan Mughal. Masjid ini juga disebut dengan Masjid-i-Jahan-Numa yang berarti Masjid cermin dunia. Jama Masjid mulai dibagun pada tahun 1644 pada masa pemerintahan Sultan Shah Jahan. Proses pembangunan Jama Masjid memakan waktu sekitar 12 tahun. Masjid ini selesai pada tahun 1556 dan diresmikan oleh Imam besar yang bernama Syed Abdul Ghafoor Shah Bukhari.


Pemandangan Landmark Jama Masjid 

Jama Masjid juga merupakan masjid terbesar di India dengan total kapasitas lebih dari 25,000 orang. Bergaya Indo-Islamic Mughal, bangunan masjid ini mencapai luas 1,080 meter persegi dengan panjang  40 meter dan lebar 27 meter.  Sedangkan untuk total landmarknya sendiri bisa mencapai panjang  dan lebarnya masing-masing 100 meter. Masjid ini memiliki 3 gerbang utama dan dibangun sekitar 10 meter diatas permukaan tanah kota Delhi. Untuk masuk ke dalam Jama Masjid, tidak ada jadwal operasional. Hanya saja pengunjung dilarang masuk ketika waktu sholat.  Masjid ini terbuka untuk umum dan gratis. Namun, untuk mengunjungi menaranya dikenakan biaya sekitar 100 ruppe atau 20 ribu rupiah. Apabila kamu membawa kamera dikenakan biaya sekitar 300 ruppe atau 60 ribu rupiah. Jama Masjid juga menjadi salah satu destinasi wisata dunia yang ada di Delhi. Terlebih pada saat perayaan bulan Ramadan. Ada banyak hal menarik dan perayaan yang bisa dilakukan disini. Hal ini pula yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun manca negara.

SUASANA RAMADAN DI JAMA MASJID DELHI

Jama Masjid merupakan episentrum kegiatan Ramadan di Delhi. Saat Ramadan tiba, suasana di Jama Masjid berbeda dari biasanya. Salah satu kegiatan yang masih terus dilaksanakan sejak dahulu di Masjid ini ialah Iftar Party, atau berbuka bersama. Selain itu, area disekeliling Jama Masjid menjadi lebih hidup setiap waktunya. Walaupun memang sudah sangat ramai di hari-hari biasanya. Bazar Ramadan buka setiap waktu pada bulan Ramadan. Di area sekitar masjid, masyarakat bisa menikmati kuliner sahur dan berbuka. Berikut beberapa hal yang bisa kamu nikmati jika berkunjung ke Jama Masjid pada saat Ramadan.

1.      Iftar Party

Iftar Party atau buka bersama di Jama Masjid Delhi menjadi agenda rutin setiap hari selama bulan Ramadan. Paling tidak ada sekitar 10.000 orang yang datang dari berbagai daerah untuk berbuka bersama di masjid ini. Biasanya orang-orang akan datang bersama dengan keluarganya dan membawa makanan masing-masing dari rumah. Saat menjelang berbuka, pihak kenaziran masjid memberikan alas panjang di halaman masjid yang dekat dengan bangunan masjidnya. Tempat tersebut diperuntukan bagi siapa saja yang datang baik individu maupun dtang bersama teman. Disana biasanya orang-orang duduk saling berhadap-hadapan. Kemudian pihak kenaziran akan membagikan takjil berbuka puasa.


Suasana berbuka puasa bersama keluarga di Jama Masjid
Suasana berbuka bersama di Jama Masjid

Selain itu, dibagian lainnya orang-orang akan mencari tempat mereka dan membentangkan alas yang mereka bawa dari rumah. Dan mereka akan berkumpul bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Jadi bisa dikatakan satu tempat satu keluarga. mereka akan membawa makanan dan minuman dari rumah. Dan banyak dari mereka yang membagikannya kepada orang lain.

 

2.      Menu Berbuka

Ada begitu banyak sajian berbuka puasa khas India. di Jama Masjid Delhi sendiri, biasanya orang-orang menyantap makanan gorengan seperti samosa, pakora, shahi kabab. Ada juga menu lainnya seperti buah buahan kurma, semangka, apel, anggur dain lainnya. Tak kalah penting, hidangan utama yakni biryani dan ayam goreng menjadi salah satu menu wajib saat berbuka di Jama Masjid Delhi. Terakhir, hidangan penutup dilengkapi dengan salad buah atau salad kacang dan juga tak ketinggalan satu minuman yang sangat terkenal yakni Rooh Afzah yakni minuman wajid pada saat bulan Ramadan terbuat dari sirup buah-buahan berwarna merah biasa dicampurkan dengan potongan buah semangka dan susu.

 

3.      Menyantap Sajian Restoran Terkenal

Qureshi Kabab Jama Majid, menjadi Kebab terenak dan terkenal di Delhi. dengan sajian daging kambing khas bumbu mereka. Sajian kebab Qureshi ini cocok untuk dinikmati dengan Rumali Roti letak gerai Qureshi Kabab ada di Gate no.1 near Jama Masjid, Urdu Bazaar, Chandani Chowk, Delhi.


Restoran Qureshi Kabab

Haji Mohammad Hussein Fried Chicken. Selain menu kebab, menu lainnya seperti ayam goreng juga menjadi buruan penikmat kuliner di Jama Masjid. Yang paling terkenal ialah Haji Mohammad Hussein Fried Chicken. Gerai ini didirikan sejak 1971 dengan sajian ayam yang dimarinasi bumbu khas mereka dan tak lupa pula sajian ini juga dihidangkan dengan lelehan butter yang menggugah selera. Jika kamu ingin merasakan sajian ayam goreng khas Haji Mohammad Hussein ini letaknya ada di Matiala Mahal Road, Bazaar Matia Mahal, Jama Masjid Delhi no 113.

Restoran Haji Mohammad Hussein Fried Chicken

Mohabbat ka Sharbat Amir Malik Matiala Mahal. Merupakan sajian minuman yang selalu dicari pada saat bulan Ramadan. Ada banyak gerai yang menjual Sharbat ini. namun gerai milik Amir bhai ini yang paling terkenal. Sajian Sharbat sendiri merupakan minuman yang terbuat dari sirup buah-buahan berwarna merah yang dikenal dengan Rooh Afzah, dicampurkan dengan susu segar, potongan buah semangka dan juga es batu. Minuman ini sangat cocok untuk dimikmati ketika berbuka puasa. Untuk mencicipinya kalian bisa datang ke Matiala Mahal, near Jama Masjid.


Mohabbat ka Sharbat Amir Bhai

 

4.      Berbagi dengan yang membutuhkan

Ramadan menjadi momentum untuk saling berbagi. Di Bazar Jama Masjid ada  banyak restoran yang menyediakan menu makanan gratis untuk dibagikan kepada orang-orang yang membutuhkan. Tak hanya itu saja, makanan-makanan ini dibagikan bukan hanya kepada kaum Muslim saja, tetapi kepada seluruh orang yang membutuhkan. Biasanya orang-orang mulai mengantri di sore hari untuk mendapatkan makanan. Tidak hanya di bulan Ramadan saja, beberapa Restoran juga membagikan makanan gratis setiap hari jumat.

 


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Pengalaman Perjalanan Pertama ke India

4 HAL YANG HARUS KAMU PERSIAPKAN SEBELUM KE INDIA